atap sirap

Apa Itu Atap Sirap? Berikut Serba-Serbi Mengenai Atap Sirap

Dalam sebuah hunian, atap sirap adalah bagian yang tak kalah pentingnya terutama pada atap rumah. Unsur estetika bukanlah yang utama dalam memilih jenis atap namun juga harus mengutamakan faktor fungsional sebuah bangunan.

Apa itu Atap Sirap? Yuk Simak Pengertiannya Lebih Lanjut

Atap Sirap
(Image: Bronisław Dróżka – pixabay.com)

Pengertian atap sirap adalah sebuah variasi yang terbuat dari atap kayu yang banyak digunakan untuk sejumlah bangunan seperti tempat ibadah, balai konservasi, keraton hingga museum. Dengan bahan dasar kayu ulin, atap ini dikenal dengan keunggulannya akan pengaruh air laut, hawa dingin dan panas. Bahkan atap ini sering digunakan untuk konstruksi kapal, tiang listrik, jembatan hingga bantalan kereta api.

Pada umumnya, atap ini adalah atap yang tersusun dari kepingan kayu. Pada dasarnya, bentuk dari kepingan-kepingan kayu itu ada yang berbentuk kotak namun ada juga yang berbentuk runcing atau bulat pada salah satu sisinya.

Atap jenis ini biasanya terbuat dari bahan tipe kayu keras yang tahan terhadap cuaca ekstrem. Walaupun penggunaannya cukup terbatas namun atap ini bisa digunakan untuk memunculkan kesan tak membosankan pada hunian. Sebelum menggunakannya lebih baik pelajari terlebih dahulu kekurangan dan kelebihan atap sirap agar bisa menentukan pilihan.

Kelebihan

Atap ini memiliki beberapa kelebihan sehingga tidak heran jika bahan sirap kayu ini menjadi opsi yang terbaik untuk hunian yang anti-mainstream. Bahkan atap ini bisa digunakan untuk melindungi penghuni rumah dari cuaca yang ekstrem. Berikut beberapa kelebihannya:

1. Ringan Bobotnya

Kayu Sirap memiliki bobot yang cukup ringan jika dibandingkan dengan material lain seperti tanah liat, atap keramik atau atap alderon. Bobot yang tidak terlalu berat membuat proses instalasi atap sirap bisa dilancarkan dengan mudah. Biaya pemasangan pun bisa ditekan sedemikian rupa.

2. Menyerap Panas Dengan Baik

Jika dibandingkan dengan material bangunan lainnya, material kayu memang memiliki keunggulan untuk menyerap panas dengan baik. Atap sirap kayu bisa membuat hunian sejuk sehingga lebih hemat energi.

3. Tahan Lama

Berbicara tentang investasi bahan bangunan, material atap ini sudah sangat terjamin kekuatannya pada sisi beton rumah. Atap jenis ini bisa digunakan hingga puluhan tahun lamanya.

4. Faktor Estetika

Kayu sirap memang teruji faktor estetikanya selain memang kualitasnya yang sangat bagus sebagai material bahan bangunan. Atap jenis ini cukup bervariasi mulai persegi panjang hingga kerucut dengan sejumlah tekstur warna yang bisa disesuaikan dengan selera.

Selain itu juga bisa disesuaikan dalam proses penyusunannya sehingga memunculkan kesan unik dengan bentuk yang artistik. Tata ruang hunian yang terkesan alami juga bisa ditampilkan dengan kombinasi bentuk atap ini.

Kekurangan

Namun sebelum memutuskan untuk menggunakannya, pastikan dulu bahwa atap ini memang untuk Anda. Karena ada beberapa kekurangan yang cukup signifikan seperti:

1. Harga Mahal

Harga jenis atap yang satu ini memang cenderung lebih mahal meskipun tahan lama dibandingkan dengan jenis atap rumah lainnya. Walaupun harga cenderung lebih mahal, namun kualitas yang didapat cukup sepadan karena tahan lama.

2. Proses Instalasi Lebih Sulit

Mengingat prosesnya yang cukup rumit, proses pemasangan atap jenis ini cenderung lebih lama dan membutuhkan cukup tenaga. Bukan hanya bentuknya saja, namun komposisi atap jenis ini harus diteliti dengan seksama jika dibandingkan dengan jenis atap lain seperti genteng beton atau genteng keramik.

3. Bahan Sulit Ditemukan

Jenis atap yang satu ini sangat sulit untuk ditemukan karena terbuat dari tekstur kayu. Bukan hanya sulit untuk ditemukan, namun banyak orang yang lebih senang menggunakan bahan bangunan dengan harga terjangkau dan lebih praktis.

Cara Memasang

Atap jenis ini tidak bisa dipasang begitu saja karena terdapat teknik tersendiri agar terpasang dengan pas pada sebuah bangunan. Di bawah ini adalah step memasang atap sirap secara detail:

  1. Ujung sirap yang ingin dijadikan atap dipotong agar terlihat rapi ketika dipasang.
  2. Bilah-bilah kayu disusun per baris dari bawah ke atas.
  3. Sirap harus direkatkan agar posisi atap lebih solid dan kokoh dengan cara dipaku ke bagian usuk.
  4. Dianjurkan untuk tidak menggunakan palu biasa. Mengingat jumlah paku yang digunakan cukup banyak, gunakanlah paku tembak agar lebih cepat dan lebih mudah.
  5. Susun sirap 3 hingga 4 lapis. Mulailah dari bagian bawah yaitu sirap lapisan utama, triplek, alumunium foil, beralih ke lapisan yang kedua, lalu ke lapisan yang ketiga hingga keempat.

Perkiraan Biaya dan Harga Satuannya

Pada umumnya atap jenis ini dijual dalam satuan ikat. Biasanya satu ikat terdiri dari 80 lembar sirap. Berikut adalah estimasi harganya:

  1. 1 lembar: Rp3000 hingga Rp5000
  2. 1 Ikat: Rp165000
  3. Harga satuan Rp160000 jika membeli lebih dari 100 ikat
  4. Harga satuan Rp155000 jika membeli lebih dari 400 ikat
  5. Harga satuan Rp150000 jika pembelian lebih dari 600 ikat
  6. Harga satuan Rp145000 jika pembelian lebih dari 800 ikat

Selain dijual dalam satuan ikat, berikut ini adalah estimasi biaya atap sirap disesuaikan dengan luas area bangunan:

  1. Sistem 4 lapis: Rp150000 per meter kubik
  2. Sistem 3 lapis: Rp120000 per meter kubik

Baca Juga: Genteng Beton, Bikin Rumah Semakin Sejuk Dan Berestetika

Jenis Atap Berdasarkan Material Kayunya

1. Kayu Ulin

Jenis atap yang terbuat dari kayu ulin adalah yang paling sering digunakan. Jenis kayu ini banyak ditemukan di daerah Kalimantan. Sering juga disebut kayu besi, jenis kayu ini memang memiliki karakter tahan cuaca dan sangat kuat. Selain digunakan untuk atap, kayu ini juga sering digunakan untuk tiang listrik atau bantalan rel kereta api.

2. Kayu Cedar

Kayu cedar adalah alternatif yang bisa digunakan untuk membuat atap, khususnya jenis yellow cedar dan western red cedar. Jenis kayu ini sering digunakan untuk atap kayu di luar negeri. Memiliki daya tahan yang serupa dengan kayu ulin, jenis kayu ini digunakan untuk atap slate batu yang sering ditemukan di rumah tradisional negara barat.

3. Kayu Bangkirai

Kayu Bangkirai sering disebut Kayu Anggelam atau Kayu Benuas. Jenis kayu ini banyak ditemukan di Kalimantan. Layaknya ulin, Kayu Bangkirai juga solid dan memiliki daya tahan terhadap cuaca ekstrem.

4. Kayu Merbau

Kayu yang satu ini juga sering menjadi alternatif untuk bahan sirap. Kayu Merbau juga cukup kuat seperti Ulin dan Merbau. Layaknya Bangkirai, Merbau juga bisa digunakan untuk atap sirap. Namun perdagangannya mulai diperketat oleh pihak pemerintah saat ini.

Atap sirap tentu saja akan memunculkan kesan mewah karena harganya memang tergolong cukup tinggi. Namun Jenis atap ini juga jarang ditemukan di hunian mainstream lainnya. Ada beberapa hal yang harus dipahami yaitu teknik pemasangan yang memerlukan keahlian khusus. Hal ini dilakukan agar bisa mendapatkan derajat kemiringan yang maksimal. Sehingga tidak menimbulkan keropos dan tidak cepat bocor.

Sebagai informasi tambahan, bila Anda membutuhkan jasa renovasi rumah dengan biaya yang kompetitif dan hasil berkualitas, Anda bisa memilih Bintoro Build. Hubungi kami di Call Center 150130 atau WhatsApp 0813 4000 8080 untuk konsultasi hari ini juga!

Rate this post

Leave a comment

Klik Disini
Butuh bantuan?
Assalamu'alaikum,

Ada yang bisa kami bantu Pak/Bu?