Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Batu Kali

Pondasi batu kali merupakan salah satu jenis pondasi yang banyak digunakan karena kekukuhannya yang sudah pasti terjamin. Biasanya struktur dari pondasi jenis ini akan disusun menjadi bangunan yang cukup kuat dalam menopang berat bangunan di atasnya. Kedalaman yang digunakan umumnya berukuran antara 60 sampai dengan 80cm dengan lebar yang bebas.

Meskipun termasuk dalam kategori pondasi yang banyak dipakai namun tetap saja pondasi ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan dibaliknya. Kedua hal ini bisa dijadikan bahan pertimbangan sebelum menggunakannya.

 

Daftar kelebihan dari pondasi batu kali

1. Penyesuaian Lebar yang Mudah

Batu kali merupakan batu yang berasal dari letusan perut bumi dengan berat yang sangat ringan namun kuat dan rapat. Sehingga untuk penggunaan pondasi dengan lebar sebesar apa pun tidak akan menjadi masalah karena akan selalu imbang. Jadi lebarnya akan menyesuaikan dengan keseimbangan dibebankan pada pondasi tetap sama.

Jenis batu kali ini memiliki struktur yang keras dan tidak mudah lapuk jika digunakan untuk pondasi rumah. Meskipun begitu strukturnya akan tetap mudah dipecah menggunakan palu.

2. Penahan Guncangan yang Baik

Kelebihan pondasi batu kali kedua dari batu kali pondasi ini adalah fungsinya sebagai guncangan yang baik. Dalam kebutuhan pembangunan proyek sebuah rumah pondasi ini biasanya dipasang pada ketinggian kurang dari 10 meter. Sangat cocok sebagai pendamping material untuk pembangunan rumah yang tahan gempa.

Kemampuannya dalam menopang beban dan berat sudah tidak bisa diragukan lagi. Sangat efektif untuk menahan guncangan yang terjadi saat gempa berlangsung, Sehingga beban getaran tidak akan berat pada satu sisi saja namun sama rata. Inilah yang membuat strukturnya tetap kuat dan aman.

 

Baca Juga : Cara Membuat Pondasi Rumah yang Kuat

 

3. Konstruksi yang Sederhana

Batu kali yang digunakan untuk pondasi ini juga memiliki kelebihan dalam hal konstruksi yang dihasilkan. Berbeda dengan struktur dari bebatuan yang lain, batu kali memiliki konstruksi yang lebih sederhana dan rapi. Didukung pula dengan pengerjaan pada lokasi pembuatan pondasinya secara langsung.

Prosesnya dimulai dari penggalian tanah kemudian dilanjutkan dengan pengadukan kebutuhan perekat dan juga penyusunan untuk batu kalinya. Tidak ada proses rumit di dalam pembuatannya bahkan pembuatan pondasi ini tidak melibatkan penggunaan alat-alat berat di dalamnya.

4. Pengerjaan yang Cepat

Selain konstruksinya yang lebih sederhana ternyata dalam pengerjaan pondasi jenis batu kali ini juga membutuhkan waktu yang cepat. Sebenarnya dalam pemasangan batu kali dan juga batu bata sama saja yang membedakan adalah kecepatan pengeringan dan juga konstruksinya.

Untuk pembuatan rumah dengan waktu yang mepet namun membutuhkan pondasi yang kuat, pemilihan pondasi dari batu kali ini menjadi pilihan yang tepat. Anda bisa lebih hemat waktu untuk pengerjaan pada bagian rumah yang lainnya.

5. Anggaran yang Terjangkau

Bukan hanya masalah konstruksi kuat, waktu pengerjaan yang cepat dan juga kemudahan pemasangannya saja. Namun dalam penganggarannya juga termasuk cukup terjangkau dibandingkan jenis pondasi yang lainnya. Kedalaman pondasi yang dibutuhkan maksimal 80 cm saja dengan komponen pendukung lain yang sederhana.

Biasanya hanya memerlukan tambahan semen dan pasir untuk proses pemasangannya. Itulah yang menyebabkan anggaran untuk pondasinya menjadi lebih terjangkau dibandingkan jenis pondasi lainnya.

6. Lebih Kuat

Meskipun kurang cocok digunakan sebagai pondasi rumah panggung namun pondasi jenis ini mampu membuat pondasi rumah awet dan tahan lama.

7. Tahan Bocor

Bukan hanya kuat namun pondasi jenis ini juga mampu bertahan pada kondisi berair sehingga ketika terjadi banjir tidak akan menyebabkan kebocoran ke dalam rumahnya.

Daftar kekurangan dari batu kali untuk pondasi

Dibalik banyaknya kelebihan yang disajikan dari pondasi bentuk batu kali ini, ada beberapa kekurangan yang menjadi pelengkapnya. Adapun beberapa kekurangan pondasi batu kali bisa dilihat di bawah ini:

1. Ketahanan yang Standar

Kekurangan dari batu kali untuk pondasi ini bisa dilihat dari segi ketahanannya dimana batu kali memiliki kekuatan yang kurang maksimal saat terendam air secara terus menerus. Batu kali ini juga hanya cocok untuk pembangunan pada tanah yang stabil.

Selanjutnya ketahanan dari batu kali tidak direkomendasikan untuk pembangunan rumah tingkat. Beban yang diangkat memang cukup banyak namun untuk penggunaan jangka panjang, batu kali hanya bisa menopang bangunan yang strukturnya sederhana.

2. Cengkeramannya Kurang

Kelemahan berikutnya dari batu kali untuk pondasi ini adalah mengenai tingkatan cengkeramannya yang kurang kuat. Batu dari perut bumi ini awalnya memiliki bentuk yang bulat utuh sehingga jika dipakai untuk pondasi nantinya akan terendam dalam tanah. Dengan begitu pertumbuhan lumut akan tinggi dan membuat cengkeramannya semakin renggang untuk didapatkan.

3. Memberikan Retakan

Kelemahan terakhir dari batu kali untuk pondasi ini adalah dalam hal keretakan pada rumah akibat cengkeramannya yang sudah tidak kuat lagi. Pondasi ini menjadi kurang kuat jika dikelilingi dengan pohon dan akar yang menjalar ke dalam tanah. Itulah mengapa tidak semua lokasi cocok dibangun menggunakan batu kali ini.

Mengenal metode pemasangan batu kali untuk pondasi

Setelah mengenal kelebihan dan kekurangan yang diberikan dari batu kali sebagai pondasi ini, selanjutnya Anda bisa mengetahui pemasangan untuk pondasinya. Meskipun terkenal dengan pemasangannya yang cukup mudah dengan struktur sederhana ternyata pemasangan ini juga membutuhkan metode tertentu.

Secara umum ada dua metode yang digunakan untuk memasang pondasi dari batu kali seperti di bawah ini:

  • Pekerjaan Pondasi

Dibalik sederhananya struktur pondasi batu kali ternyata metode yang digunakan juga cukup terstruktur untuk dipatuhi. Pengerjaan dari pondasi ini hanya dilakukan untuk bebatuan dari kali yang telah lolos uji atau memenuhi syarat keamanannya. Pengukuran pondasi dan pembangunannya harus pas dengan gambarnya.

Pada bagian bawah pondasi harus diberikan batu samping dengan ukuran 20 cm kemudian diikuti dengan pengisian pasir urug pada sela-selanya. Sementara untuk celah batu yang besar akan diisi dengan batuan dengan ukuran yang lebih kecil. Pemasangan batu ini justru tidak boleh saling bersentuhan.

Perekat yang menjadi penghalang antar bebatuan ini justru yang membuatnya semakin kuat satu dengan lainnya. Jika kerapatan sudah terjamin maka dilanjutkan dengan pemasangan tanker berisi untuk kolomnya. Kedalaman pengecoran yang dilakukan harus 30 cm. Sementara pada bagian atasnya harus ada besi dengan ukuran 75 cm yang muncul.

  • Pekerjaan Tanah

Kemudian metode berikutnya adalah pekerjaan tanahnya. Metode yang satu ini fokus dengan pembersihan tanah dan proses persiapan pada tanah sebelum digunakan untuk memasang pondasi. Setelah itu barulah proses penggalian dimulai untuk memulai pembuatan pondasinya.

Ukuran galian dan juga lebarnya disesuaikan dengan desain gambar yang telah dibuat. Ukurannya juga bisa menyesuaikan dengan sampainya galian pada tanah yang paling keras. Jika nanti galiannya melebihi batas yang seharusnya maka tanah harus mengalami proses pemadatan terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan batu kali tidak cocok dengan tanah yang terlalu lembek.

Itulah beberapa hal penting terkait dengan pondasi batu kali yang perlu diketahui. Semoga artikel Bintoro Build ini bermanfaat.

Leave a comment

×

Assalamualaikum!

Pilih salah satu customer service kami dibawah ini untuk chat melalui whatsapp atau kirim kami email ke [email protected]

× Whatsapp Kami Disini