Blog

cara menghitung biaya bangun rumah 2 lantai

Biaya Bangun Rumah 2 Lantai

Biaya bangun rumah 2 lantai bisa digunakan untuk memperkirakan besaran anggaran yang harus dikeluarkan saat ingin bangun rumah baru. Biaya membangun rumah dengan 2 lantai akan lebih mahal dibanding biaya membangun rumah 1 lantai. Hal ini karena bahan material yang digunakan juga lebih banyak. Selain itu, luas rumah juga akan mempengaruhi anggaran bangun rumah. Simak cara menghitung biaya bangun rumah 2 lantai ala Bintoro Build.

 

3 Cara menghitung biaya bangun rumah 2 lantai

 

Ada 3 cara menghitung biaya bangun rumah 2 lantai per meter yang bisa Anda terapkan, seperti berikut ini:

1. Biaya perhitungan umum

 

Cara menghitung pembangunan rumah bisa dilakukan dengan mengetahui info perhitungan kasarnya secara umum. Info tersebut diperoleh dari berbagai sumber, misalnya kenalan atau jasa kontraktor yang disewa tenaganya. Ada yang berpendapat juga kisaran biaya yang dibutuhkan dihitung berdasar luas bangunan dengan rincian estimasi:

  • Luas bangunan 100 meter persegi sekitar Rp 300 juta hingga Rp 350 juta.
  • Luas bangunan 101 – 300 meter persegi sekitar Rp 325 juta hingga Rp 375 juta.
  • Luas bangunan 301 meter persegi sekitar Rp 350 juta hingga Rp 400 juta.
 

Intinya semakin luas bangunan yang akan dibangun, biayanya juga semakin naik. Maka sebelum mengeluarkan uang dan menyewa jasa kontraktor, ada baiknya memutuskan ingin membangun rumah 2 lantai tipe berapa. Apakah tipe 36, 45, dst.

2. Biaya perhitungan harga satuan

 

Anda juga dapat menghitung biaya bangun rumah 2 lantai sendiri secara lebih rinci dengan perhitungan harga satuan. Perhitungan ini juga dilakukan dengan mengetahui besarnya biaya material yang dibutuhkan. Berikut tahapannya:

  • Membuat daftar harga material bangunan yang digunakan.
  • Membuat daftar upah tenaga kerja yang digunakan.
  • Membuat rincian material yang dibutuhkan berdasar luas bangunan rumah yang hendak dibangun.
  • Membuat flow kerja pembangunan rumah 2 lantai.
  • Membuat perhitungan jumlah harga secara menyeluruh.
 

Setelah mendapatkan data dan melakukan cara perhitungan di atas, maka langkah selanjutnya yaitu membuat rincian pekerjaan mulai dari bawah sampai atas seperti bagian struktur, fondasi, dinding, lantai 1 dan 2, rangka atap, instalasi air dan listrik, plafon, pengecatan, dll. Dan ketika Anda sudah tahu harga satuannya maka tinggal dikalikan dengan jumlah material yang digunakan dalam membangun rumah 2 lantai. Alhasil, Anda memperoleh anggaran yang digunakan untuk referensi atau acuan dalam memperkirakan uang yang harus dikeluarkan.

3. Biaya perhitungan kasar

 

Selain dua metode di atas, masih ada satu lagi metode yang bisa dipakai yaitu memperkirakan biaya kasar membangun rumah dari harga per meter persegi. Anda bisa mencari tahu berapa besarnya dari lingkungan sekitar tempat Anda akan bangun rumah.

Misalnya budget yang dibutuhkan untuk bangun rumah di area tersebut adalah Rp 6 juta per meter persegi. Dan Anda memutuskan membangun rumah tipe 60 dengan ukuran 60 meter persegi untuk lantai 1 dan 40 meter persegi untuk lantai 2. Jika ditotal maka luas bangunan menjadi 100 meter persegi.

Setelah itu, luas bangunan tinggal dikalikan Rp 6 juta dapat didapatkan hasil Rp 600 juta. Itulah estimasi biaya membangun rumah 2 lantai tipe 60 yang mungkin Anda harus keluarkan. Anda juga bisa menambahkan biaya pendukung lainnya yang dibutuhkan. Jika ingin membangun rumah yang lebih kecil misalnya tipe 36, maka jelas biaya bangun rumah 2 lantai tipe 36 akan lebih rendah.

 

Contoh cara menghitung biaya bangun rumah 2 lantai tipe 36

 

Setelah Anda mengetahui 3 metode menghitung estimasi biaya bangun rumah bertingkat di atas, maka di bawah ini ada penjelasan yang lebih mendetail. Cara perhitungan ini dilakukan dengan mencari tahu luas total meter persegi (m2) untuk lantai 1 dan 2. Setelah itu dikalikan dengan biaya bangun rumah per m2.

Di sini memang dijelaskan contoh menghitung menggunakan metode meter persegi saja karena lebih mudah untuk digunakan oleh masyarakat awam pada umumnya. Sedangkan untuk metode yang lebih rinci yaitu RAB harus menggunakan pengetahuan khusus tentang ilmu teknik bangunan atau para profesional di bidang konstruksi bangunan serta benar-benar harus tahu rincian setiap materialnya satu per satu.

Rumah tipe 36 sendiri merupakan salah satu tipe rumah minimalis yang paling banyak dibangun di pasaran. Hal ini karena biaya bangun rumah 2 lantai tipe 36 sangat terjangkau dibandingkan tipe-tipe lainnya. Umumnya rumah tipe 36 memiliki luas lahan sebesar 60 m2 atau 65 m2, sehingga sering disebut rumah tipe 36/60 atau 36/65. Pastinya luas lahan akan selalu lebih besar daripada luas bangunan atau rumah tersebut.

Berikut tahapan cara menghitung biaya membangun rumah bertingkat tipe 36 minimalis sederhana:

1. Menghitung luas lantai 1 dan 2 dalam meter persegi

Langkah pertama yaitu memutuskan ingin membangun rumah dengan luas berapa. Misalnya Anda ingin membangun rumah dengan desain persegi berukuran 6m x 6m maka luas lantai pertamanya yaitu 36 m2. Sementara itu, putuskan juga ingin membangun lantai 2 dengan ukuran berapa. Misalnya Anda memutuskan ingin membangun lantai 2 dengan ukuran seluas 18 m2. Dari sana diketahui total luas bangunan rumah yaitu: Lt 1. + Lt. 2 = 36 m2 + 18 m2 = 54 m2.

2. Mencari tahu harga bangunan rumah per meter persegi (m2)

Setelah diputuskan ingin membangun rumah minimalis sederhana bertingkat tipe 36, maka langkah berikutnya mencari tahu harga bangunan rumah per meter persegi kepada tetangga kanan kiri atau pemborong terlebih dahulu. Contohnya didapat info bahwa harga bangun rumah termasuk biaya tenaga kerja dan material yaitu sebesar Rp 3.000.000.

3. Mengalikan total luas lantai dengan harga per meter persegi (m2)

 Rumus untuk mengalikan luas lantai dengan harga per m2, yaitu:

Luas m2 x harga per m2

Jadi total biaya bangun rumah 2 lantai sederhana yang didapatkan yaitu 54 m2 x Rp 3.000.000 = Rp 162.000.000.

Tentunya harga ini belum termasuk biaya Anda membeli tanah/ lahan tempat Anda membangun rumah. Misalkan Anda membeli tanah dan membangun rumah, maka contoh perhitungan biaya beli tanah yaitu:

Diketahui harga tanah per meter persegi adalah Rp 2.500.000 per m2 dengan lokasi yang cukup strategis. Anda membeli tanah seluas 60 m2, sehingga jika luas tanah dikalikan harga tanah per meter menjadi 60 m2 x Rp 2.500.000 = Rp 150.000.000. Dengan demikian jumlah biaya beli tanah dan bangun rumah tipe 36/60 yang harus Anda keluarkan yaitu Rp 162.000.000 + Rp 150.000.000 = Rp 312.000.000.

Itulah sedikit gambaran umum atau contoh dalam membuat perhitungan biaya bangun rumah 2 lantai yang paling sederhana. Ini hanyalah perhitungan kasar yang dapat dipakai sebagai acuan bagi masyarakat awam dalam memperkirakan berapa besar anggaran yang harus digelontorkan untuk membangun sebuah hunian pribadi baru untuk tipe rumah minimalis sederhana. Semoga bermanfaat.

Leave a comment