Blog

biaya bangun rumah minimalis

Biaya Bangun Rumah Minimalis

Rumah minimalis merupakan salah satu model rumah yang paling banyak dibangun di Indonesia. Biaya bangun rumah minimalis pun juga bisa dibuat sangat terjangkau. Konsep rumah minimalis sendiri dibuat sesederhana mungkin dengan furniture sedikit dan desain modern. Gaya rumah ini terinspirasi dari hidup zen asal Jepang yang beranggapan bahwa semakin sedikit furniture yang dipasang maka hunian akan semakin tenang dan nyaman.

Rumah minimalis terdiri dari beberapa macam tipe yaitu tipe 21, 36, 45, dst. Angka tersebut mengacu kepada ukuran bangunan rumah yang dihitung dalam skala meter persegi (m2). Ada pula tipe bangunan rumah 36/60 yang berarti luas bangunan 36 m2 dibangun di atas lahan seluas 60 m2. Simak detail cara membuat estimasi biaya bangun rumah minimalsis ala Bintoro Build.

Pentingnya membuat anggaran biaya bangun rumah minimalis

 

Anggaran biaya bangun rumah minimalis per meter persegi penting digunakan sebagai acuan/ referensi untuk mengetahui berapa uang yang harus dikeluarkan. Sebelum membangun rumah tersebut, ada baiknya Anda juga sudah memilih lokasi dan membeli tanah yang sesuai keinginan. Hal ini karena lokasi berbeda akan memiliki perbedaan harga bangun rumah, apalagi dalam hal biaya tenaga kerja serta biaya material. Biaya tenaga kerja di Jakarta jelas tak sama dengan biaya tenaga kerja di Bandung atau Surabaya.

Pentingnya estimasi biaya bangun rumah juga dapat digunakan sebagai acuan dalam membangun di masa berikutnya. Anda bisa membagikan acuan tersebut kepada rekan-rekan yang ingin membangun rumah sendiri. Selain itu, perhitungan biaya ini juga menunjukkan agar Anda bisa lebih efisien dalam menghemat biaya. Coba bayangkan jika Anda tak tahu berapa kisaran biaya yang perlu dihabiskan, bisa jadi dana Anda akan kurang atau malah sebaliknya terlalu boros.

Cara menghitung biaya bangun rumah minimalis

1. Biaya tenaga kerja/ tukang

 

Saat membangun rumah, Anda harus mencari tahu harga pasaran jasa tukang atau tenaga kerja. Anda juga perlu cari tahu kira-kira berapa jumlah tukang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan hunian Anda. Terdapat sistem upah harian dan borongan. Bedanya yaitu biaya tenaga kerja dihitung berdasarkan upah harian yang dibayarkan, sedangkan sistem borongan tidak dihitung berdasarkan upah harian, namun luas lahan yang dikerjakan serta biaya material yang digunakan.

Itulah sebabnya menggunakan sistem borongan dirasa lebih menguntungkan bagi pemilik rumah karena meski rumah belum selesai dari target yang sudah ditentukan. Pemilik rumah tak perlu membayar tambahan biaya tenaga kerja karena upah tak dihitung berdasarkan upah harian.

Sebagai acuan, berikut daftar upah harian tenaga kerja bangun rumah:

  • Tukang gali = Rp 80.850
  • Tukang batu = Rp 115.850
  • Tukang kayu = Rp 115.850
  • Tukang besi profil = Rp 125.850
  • Tukang besi beton = Rp 120.850
  • Tukang cat/ pelitur = Rp 115.850
  • Tukang ledeng = Rp 115.850
  • Tukang listrik = Rp 120.850
 

Dengan besaran biaya di atas, maka jika Anda butuh 8 tukang/ tenaga kerja setiap hari untuk menyelesaikan rumah minimalis, maka Anda harus mengeluarkan biaya tenaga kerja sebanyak Rp 911.800. Para tenaga kerja atau tukang ini umumnya akan diawasi oleh seorang mandor. Harga upah mandor Rp 158.000 per harinya jadi total biaya yang harus digelontorkan Rp 1.069.800.

Tentunya ketentuan rata-rata harga upah harian di atas hanyalah estimasi, karena berbeda kota akan berbeda harga upah tenaga kerjanya. Selain itu, harga pasaran juga bisa berubah dari waktu ke waktu. Kadang pemilik rumah juga bisa melakukan tawar menawar dengan tukang.

2. Menghitung luas rumah minimalis

 

Luas bangunan rumah yang mau dibangun akan mempengaruhi biaya membangun rumah. Itulah sebabnya biaya bangun rumah minimalis tipe 36 jelas akan lebih murah daripada tipe 45, 60, dst.

Sebagai contoh, Anda ingin bangun rumah minimalis tipe 36/75 yang berarti luas tanah adalah 75 m2. Jika harga tanah adalah Rp 2.500.000 per m2 maka untuk membeli tanah tersebut harus mengeluarkan biaya sebanyak 75 x Rp 2.500.000 = Rp 187.500.000.

Harga tersebut masih ditambah dengan biaya bangun rumah, jika per meternya Rp 2.000.000 maka total biaya yang dibutuhkan dalam membangun rumah minimalis adalah 36 m2 x Rp 2.000.000 = Rp 72.000.000. Kesimpulannya, didapatkan total membangun rumah minimalis tipe 36 plus beli tanahnya adalah Rp 187.500.000 + Rp 72.000.000 = Rp 259.500.000.

Sebagai tips, agar lebih hemat dalam hal biaya maka lebih baik membangun rumah bertingkat misalnya 2 lantai. Karena biaya bangun rumah minimalis 2 lantai biasanya harga disesuaikan dengan luas bangunan yang dikali harga membangun per meter persegi. Justru Anda akan mendapat hunian yang lebih banyak ruangannya dengan harga terjangkau.

3. Biaya material bangunan

 

Untuk rumah minimalis, beberapa material digunakan untuk membangun fondasi, struktur, lantai, atap/ genteng, pintu, kusen jendela, dan cat dinding. Bahan-bahan rumah yang digunakan antara lain seperti:

  • Batu bata = Rp 725 per biji
  • Kayu = Rp 15 ribu hingga Rp 200 ribu tergantung jenisnya
  • Besi/ baja = Rp 15 ribu hingga Rp 100 ribu per batang
  • Rangka atap baja = Rp 120 ribu per meter m2
  • Genteng = Rp 4 ribu hingga Rp 175 ribu tergantung jenisnya (genteng keramik, beton, tanah liat, aspal, metal, sirap, dll)
  • Kusen kayu = Rp 67 ribu hingga Rp 5 juta tergantung jenisnya
  • Kusen aluminium = Rp 95 ribu hingga Rp 20 ribu per unit
  • Kusen uPVC = Rp 215 ribu per meter, dll.
 

Tidak ketinggalan biaya-biaya material pendukung lainnya, seperti membangun kamar mandi minimalis diperlukan perlengkapan mandi seperti: shower, kloset, wastafel, keramik kamar mandi, dsb. Itu semua bergantung dari merek yang dipilih. Anda bisa memutuskan ingin menggunakan merek apa seperti American Standard, TOTO, dll.

Sebagai perkiraan, bahan-bahan bangunan dalam membangun rumah minimalis 1 lantai dapat mencapai Rp 3.250.000 per meternya, sedangkan untuk 2 lantai bisa mencapai Rp 3.800.000 per meternya. Anda dapat menghemat biaya material dengan membeli bahan bangunan sesuai budget yang ditetapkan dari awal. Model rumah juga ada baiknya mengikuti kebutuhan, misalnya untuk keluarga dengan 1-2 orang anak, rumah minimalis 1 lantai dengan 2/ 3 kamar dirasa sudah cukup. Hal ini karena biaya bangun rumah minimalis 3 kamar atau 2 kamar lebih murah.

4. Biaya tidak terduga

 

Saat menghitung biaya bangun rumah, lebih baik memasukkan elemen biaya tidak terduga ke anggaran Anda. Biaya tak terduga ini sudah umum dilakukan oleh mereka yang ingin bangun hunian untuk berjaga-jaga. Beberapa contoh biaya yang tidak diduga seperti kebutuhan dekorasi interior dari jasa interior design, biaya menghias taman dan mengisi furniture dapur.

Kesimpulan cara menghitung biaya membangun rumah

 

Jika dihitung menggunakan rata-rata harga di atas, maka bisa didapatkan gambaran umum besar biaya bangun rumah minimalis yaitu dapat mencapai Rp 305 jutaan hingga Rp 400 jutaan. Tentunya angka tersebut sudah termasuk biaya membeli tanah/ lahan. Jika budget atau anggaran Anda terbatas, maka Anda bisa menyesuaikan perhitungan di atas dengan cara mengganti model rumah atau menghemat bahan material, dsb. Yang terpenting adalah mengatur anggaran sesuai kemampuan finansial Anda agar proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar. Alhasil, rumah impian bisa didapatkan tanpa harus menggelontorkan kocek banyak dan tidak boros.

Deskripsi: Sedang tertarik membangun rumah minimalis di lokasi tertentu? Coba intip dulu cara menghitung biaya bangun rumah minimalis agar tidak salah anggaran!

Leave a comment