Blog

Estimasi Biaya Renovasi Rumah

Estimasi Biaya Renovasi Rumah

Biaya renovasi rumah penting diperkirakan sebelum menyewa jasa tenaga kerja untuk merenovasi ulang rumah Anda. Perkiraan biaya renovasi sendiri bergantung pada sejauh mana renovasi tersebut dilakukan, bisa minor atau major. Contohnya renovasi seluruh rumah atau hanya per ruangan. Simak cara menghitung estimasi biaya renovasi rumah ala Bintoro Build.

Merencanakan RAB (Rencana Anggaran Bangunan)

 

RAB penting untuk merencanakan renovasi karena berisi perencanaan awal terkait pekerjaan serta perkiraan biaya renovasi rumah yang kira-kira dibutuhkan dalam menyelesaikan proyek renovasi.

Umumnya tugas menghitung RAB dilakukan oleh kontraktor atau pemborong renovasi rumah yang diajak kerjasama. RAB ini digunakan untuk harga penawaran jasa renovasi kepada klien mereka. Rumus menghitung RAB yang biasa digunakan adalah:

Volume pekerjaan x harga satuan pekerjaan

Volume pekerjaan = Dapat dihitung dari luas area total yang akan direnovasi atau per jenis pekerjaan yang dihitung dalam satuan meter (m), meter persegi (m2), titik (ttk), meter kubik (m3) atau bahkan langsam (ls).

Harga satuan = Harga di sini adalah akumulasi dari biaya tenaga kerja, biaya material atau bahan, dan berbagai biaya pendukung lainnya yang umumnya dinyatakan dalam satuan harga per meter persegi (Rp per m2)

Jadi cara menghitung biaya renovasi rumah per meter memang tergantung dari metode yang digunakan oleh jasa renovasi rumah. Anda bisa menanyakan cara perhitungan tersebut kepada tenaga kerja yang Anda sewa.

2 Metode menghitung biaya renovasi rumah

 

Ada 2 cara melakukan estimasi biaya renovasi rumah untuk mendapatkan RAB (Rencana Anggaran Bangunan), yaitu:

1. Estimasi biaya kasar

 

Metode pertama yaitu melakukan perhitungan dengan memperkirakan biaya kasar renovasi. Caranya dengan menghitung volume luas total area yang mau direnovasi dengan rumus:

Estimasi biaya kasar = luas total area kerja x harga satuan standard

Sebagai contoh diketahui:

  • Harga satuan rumah dari jasa kontraktor/ renovasi ditetapkan sebesar Rp 3 juta.
  • Luas total area yang mau direnovasi yaitu 120 meter persegi (m2).

Perhitungan biaya kasarnya yaitu:

Estimasi biaya kasar = 120 m2 x Rp 3.000.000 = Rp 36.000.000

Memang cara perhitungan di atas terlihat sangat mudah, tetapi metode tersebut lebih direkomendasikan untuk membangun rumah baru daripada merenovasi rumah lama/ bekas.

2. Estimasi biaya terperinci

 

Ada satu lagi teknik menghitung RAB yang lebih direkomendasikan untuk menghitung perkiraan biaya renovasi. Sebab metode ini dilakukan lebih terperinci dan detail dengan mengumpulkan data volume tiap elemen pekerjaan dari renovasi yang hendak dilakukan.

Setelah memperoleh semua data tersebut, maka tinggal dikalikan harga satuan yang didapat dari komponen biaya/ upah tenaga kerja, harga material/ bahan maupun biaya-biaya pendukung lainnya jika ada.

Cara ini dirasa lebih akurat daripada metode estimasi biaya kasar karena hasilnya lebih rinci dari tiap item pekerjaan renovasi yang dilakukan. Contohnya seperti menghitung biaya dari jenis atap rumah hingga semua bahan yang digunakan dalam merenovasi ruangan yang ada.

Keuntungan lain dari metode ini adalah klien juga bisa melihat apakah ada perkiraan biaya tak terduga serta biaya kontraktor/ jasa renovasi. Besar biayanya sendiri bisa berkisar antara 10% sampai 15%.

Elemen perhitungan estimasi biaya renovasi rumah

 

Misalkan Anda ingin melakukan perhitungan untuk biaya renovasi rumah sederhana. Maka pastinya Anda perlu tahu elemen biaya apa saja yang sebaiknya dimasukkan ke dalam RAB. Berikut beberapa biaya yang umumnya ada:

1. Biaya tenaga kerja

 

Ada beberapa metode pembayaran biaya tenaga kerja alias tukang yang berlaku, yaitu:

  • Sistem harian

Estimasi biaya sekitar Rp 125.000 hingga Rp 150.000 per hari. Upah ini tidak termasuk dengan biaya material.

  • Sistem borongan jasa

Estimasi biaya sekitar Rp 600.000 hingga Rp 800.000 per meter persegi. Memang lebih mahal karena perhitungan biaya didasarkan luas proyek renovasi Anda dan biasanya biaya yang mau dibayarkan sudah pasti. Keuntungannya meski ada kejadian tak terduga yang membuat target selesai renovasi lebih lama atau pekerjaan yang dilakukan oleh tukang bertambah, Anda tak perlu membayar tambahan biaya. Hal ini karena perhitungannya sudah ditentukan berdasar luas bangunan yang ingin direnovasi, bukan per hari pengerjaan seperti cara di atas.

  • Sistem borongan penuh

Terakhir adalah sistem borongan penuh dan Anda tak peru repot membeli bahan material renovasi. Kenapa? Karena semuanya sudah dikerjakan oleh pemborong. Anda cukup memberikan spesifikasi material atau bentuk renovasi yang ingin dilakukan. Harga rata-rata sistem borongan antara Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per meter persegi tergantung spesifikasi yang diinginkan klien.

Perkiraan biaya sistem tenaga kerja di atas dapat berubah-ubah tergantung dari area serta spesifikasi renovasi yang dilakukan. Untuk estimasi biaya renovasi rumah minimalis sederhana jelas akan berbeda dengan rumah mewah. Begitu pula jika Anda ingin merenovasi rumah 1 lantai, 2 lantai, dst.

2. Biaya material/ bahan bangunan

 

Setelah menghitung biaya tenaga kerja, maka langkah berikutnya yaitu melakukan estimasi biaya material/ bahan bangunan yang digunakan untuk renovasi. Untuk sistem borongan penuh, sudah termasuk biaya tenaga kerja plus biaya material ini. Namun, untuk sistem harian dan borongan jasa, Anda atau jasa kontraktor/ renovasi masih perlu memperkirakan biaya material yang diperlukan.

Harga material tergantung dari grade dan jenis material yang dipilih. Misalnya saja, Anda ingin renovasi rumah 2 lantai dengan sistem borongan penuh. Maka perkiraan biaya renovasi rumah 2 lantai kira-kira sekitar Rp 2.500.000 hingga Rp 4.000.000 per meter persegi. Semua biaya pastinya harus sesuai dengan SNI.

3. Biaya renovasi memperluas tanah dan bangunan

 

Kalau Anda berencana melakukan renovasi dengan cara memperluas tanah atau bangunan, maka mungkin Anda perlu menghitung biaya tambahannya. Misalnya Anda ingin memperluas rumah atau gedung Anda lebih lebar sebesar 10 meter persegi. Sementara itu harga tanah yang ada di area atau lokasi Anda dijual dengan nilai Rp 4.000.000 per meter persegi. Maka Anda butuh biaya tambahan sebesar 10 x Rp 4.000.000 = Rp 40.000.000

4. Biaya pendukung lainnya

 

Dalam perencaan RAB, biasanya ada beberapa biaya pendukung tambahan lainnya yang disertakan. Hal ini sering terjadi akibat hal-hal yang di luar dugaan misalnya bahan material yang digunakan jumlahnya bertambah atau di tengah pekerjaan, Anda ingin merenovasi model baru atau menambah renovasi. Itulah sebabnya, saat menghitung biaya renovasi sebaiknya siapkan tambahan dana sebesar paling tidak 10% dari keseluruhan biaya renovasi yang sudah dihitung.

Kesimpulan estimasi biaya renovasi rumah

 

Setelah Anda mengetahui elemen-elemen biaya di atas, baik jasa dan materialnya maka sekarang Anda dapat menghitung total biaya yang dibutuhkan. Contohnya Anda ingin renovasi rumah tipe 36 dengan sistem borongan penuh dan kualitas material grade standard Rp 2.500.000 per meter persegi. Perluasan rumah anggap saja seluas 61 meter persegi.

Maka perhitungannya yaitu biaya renovasi sebesar Rp 177.500.000 sudah termasuk biaya material sebesar 61 x Rp 2.500.000 = Rp 152.500.000 dan harga perluasan tanah. Kemudian masih ada tambahan biaya pendukung sebesar 10% dari biaya renovasi menjadi Rp 17.750.000. Jadi, keseluruhan total estimasi biaya yang dibutuhkan untuk renovasi yaitu Rp 195.250.000.

Tentunya perhitungan ini hanya sebagai contoh estimasi biaya renovasi rumah secara singkat saja. Untuk membuat RAB harus dilakukan dengan lebih rinci per biaya yang diperlukan dengan laporan biaya dari jasa kontraktor/ renovasi rumah yang Anda gunakan.

Leave a comment