Estimasi Biaya Renovasi Rumah 1 Lantai Menjadi 2 Lantai

Terjadi penambahan anggota keluarga atau butuh ruang kerja sehingga mulai memikirkan estimasi biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai? Kekhawatiran yang wajar ketika Anda ingin tahu kira-kira berapa anggaran yang harus disiapkan untuk proyek ini. Jika belum ada gambaran, perhatikan perhitungan kasar di bawah ini sebelum siapkan budget.

Berapa Kira-kira Estimasi Biaya Renovasi Rumah 1 Lantai Menjadi 2 Lantai?

Rencana renovasi rumah untuk menambah lantai biasanya meliputi struktur dan dak serta bagian atap maupun finishing. Anda bisa memilih membuat renovasi standar atau versi mewah tergantung budget, namun estimasi di bawah ini masuk kategori renovasi biasa. Berikut kisaran biaya per m2 (sudah termasuk struktur dan finishing dasar) yang Anda perlu tahu.

KualitasEstimasi Biaya
Standar atau sederhanaRp 3.000.000-4.000.000 per m2
Menengah atau kualitas rata-rataRp 4.000.000-5.000.000 per m2
Kualitas lebih bagus dan rapi serta finishing lebih baik tapi bukan tipe mewahRp 5.000.000-6.500.000 per m2

Finishing dasar yang dimaksud biasanya mencakup pemasangan lantai keramik atau ubin standar dan proses plester dinding sebelum masuk ke pengecatan. Dak beton dan atap juga termasuk dalam finishing dasar tanpa penambahan furniture dan interior mewah. Jika Anda ingin instalasi kayu premium atau ubin mewah hingga tipe granit, siapkan budget lebih besar.

Agar lebih jelas mengenai estimasi biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai standar, mari ambil contoh rumah 60 m2. Jika rumah 1 lantai seluas 60 m2, penambahan lantai 2 dengan ukuran yang sama menjadikan total area 120 m2. Menurut spek atau kualitasnya (standar dan menengah hingga lebih bagus), berikut kisaran biaya yang Anda bisa ketahui.

Spek/KualitasBiaya per m2Perkiraan Biaya Struktur dan Finishing Lantai 2
Standar atau sederhanaRp 3.500.000Rp 210.000.000
Menengah atau kualitas rata-rataRp 4.500.000Rp 270.000.000
Kualitas lebih bagus dan rapi serta finishing lebih baik tapi bukan tipe mewahRp 6.000.000Rp 360.000.000

Namun angka tersebut belum termasuk komponen tambahan yang biasanya meliputi pembongkaran atap lama atau penguatan struktur. Belum lagi ada juga kemungkinan biaya tidak terduga lainnya sehingga Anda pun perlu menyiapkan dana cadangan. Tambahan anggaran bisa sebesar 10%, maka kisaran biaya total renovasi menjadi Rp 231-396 juta.

Bagaimana kalau renovasi penambahan lantai 2 tidak sepenuhnya memakai area 60 m2 atau mungkin hanya sebagian saja? Jika Anda memilih hanya 40 m2 karena tidak ingin full bangun lantai baru, Anda bisa kalikan sesuai luas. Artinya untuk memperoleh biaya total renovasi, cukup luas x biaya per m2 + dana cadangan/anggaran untuk biaya tidak terduga.

Baca Juga : Bingung Bagaimana Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah? Berikut Estimasinya!

Komponen Biaya Tambahan yang Jarang Disadari saat Renovasi Rumah Tambah Lantai

1. Biaya untuk Tempat Tinggal Sementara Proyek Berlangsung

Estimasi biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai sederhana pun bisa cukup besar jika memasukkan berbagai komponen tambahan. Salah satunya adalah biaya sewa tempat tinggal sementara selama rumah sedang direnovasi. Hal ini hanya perlu Anda pikirkan jika renovasi struktur dan atap membuat hunian tidak bisa ditinggali, maka perlu dipikirkan.

2. Perizinan atau Legalitas jika Melakukan Renovasi Besar

Renovasi minor atau kecil yang hanya mengubah tampilan dan estetika kerap kali tidak memerlukan perizinan. Namun jika sampai bongkar struktur hingga penambahan lantai, Anda perlu mengurus perizinan atau legalitas seperti IMB renovasi dan PBG. Dibutuhkan adanya izin resmi dan mengurusnya bisa cukup rumit karena memakan biaya sekaligus waktu.

3. Pembongkaran Atap Lama dan Pemasangan Atap Baru

Mungkin Anda hanya terpikir menyediakan anggaran untuk material dan komponen renovasinya saja, padahal proses pembongkaran juga butuh biaya. Untuk bisa menambahkan lantai 2 pada hunian Anda tentu memerlukan pembongkaran atap lama lebih dulu. Biaya tambahan akan meliputi pembuangan material atap lama sekaligus pemasangan atap yang baru.

4. Proses Memperkuat Struktur/Pondasi

Proses penguatan struktur/pondasi rumah sangat penting walau tidak wajib dalam alur renovasi rumah. Namun karena rumah lama tidak dirancang untuk dua lantai, struktur harus melalui proses penguatan agar bisa menopang lantai tambahan. Biasanya hal ini mencakup layanan pemasangan kolom tambahan atau sloof yang mau tidak mau meningkatkan biaya.

Baca Juga : Mau Renovasi Rumah 2 Lantai? Cek Biayanya Dulu!

5. Tangga/Akses Lain untuk Menuju Lantai 2

Perhitungan estimasi biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai bisa lebih dari kisaran umum jika memasukkan biaya tambahan. Salah satu komponen yang sering terlupakan untuk ikut dihitung adalah penambahan tangga atau akses lain yang digunakan menuju lantai 2. Proses pemasangan makan ruang sekaligus biaya, jadi harus ada dalam estimasi biaya awal.

6. Instalasi Listrik dan Pipa

Tahukah Anda bahwa proses instalasi listrik atau pipa juga diperlukan pada lantai 2 yang ditambahkan? Instalasi ulang atau penambahan ini seringkali tertinggal dalam perhitungan biaya awal, maka mulai saat ini jangan sampai diabaikan. Umumnya instalasi meliputi saluran listrik dan pipa air atau plumbing hingga ventilasi dan stop-kontak yang sama pentingnya.

7. Risiko Penundaan/Ketidaktepatan Waktu Akibat Perubahan Cuaca

Walau merupakan faktor eksternal yang tidak bisa diprediksi, biaya untuk risiko keterlambatan penyelesaian renovasi harus tetap diperhitungkan. Pembongkaran atap hingga finishing dan pengecatan bisa terhambat karena hujan deras dan tingkat kelembapan tinggi. Otomatis biaya tenaga kerja bertambah, termasuk sewa rumah sementara selama proyek berjalan.

8. Kompensasi Sosial

Penambahan lantai merupakan jenis renovasi mayor yang bisa cukup mengganggu bagi lingkungan sekitar alias tetangga. Tidak hanya risiko lebih berisik tapi juga proyek yang berjalan tidak sebentar sehingga terkadang memerlukan kompensasi sosial. Atau pada beberapa kasus perlu menjadwal penyesuaian jam kerja tukang dan tambahan iuran kebersihan.

9. Finishing Tambahan dan Interior

Estimasi biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai per m2 juga meliputi finishing. Sekalipun finishing dasar, elemen ini cukup terlupakan dalam perhitungan estimasi biaya awal renovasi padahal bisa sebabkan peningkatan biaya cukup tinggi. Finishing lantai dan dinding belum lagi pintu dan jendela lalu pengecatan dan plafon harus dipertimbangkan.

10. Kontingensi

Dana cadangan merupakan dana khusus yang Anda wajib siapkan sebagai biaya tidak terduga. Walau kerap diingatkan, komponen ini tetap sering terabaikan padahal dapat membantu saat terjadi kenaikan harga material misalnya. Bahkan keterlambatan pengerjaan karena faktor eksternal pun bisa diatasi melalui dana cadangan 10-20% dari total biaya bangun.

Bintoro Build Siap Jadi Solusi Renovasi Rumah Sesuai Kebutuhan dan Anggaran

Apa kira-kira keraguan atau ketakutan Anda dalam perencanaan merenovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai akhir-akhir ini? Selain terbayang betapa merepotkannya jika mengurus sendiri, ada kemungkinan biaya yang harus dikeluarkan itu selangit. Namun Anda tidak perlu khawatir, Jasa Renovasi Rumah dari Bintoro Build siap membantu dan menjadi partner terbaik dari awal sampai akhir.

Konsultasikan dengan tim kami tentang estimasi biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai serta detail RAB secara transparan. Hubungi Bintoro Build di 0813-4000-8080 agar dapat mendiskusikan juga perihal progres kerja yang dijamin mudah dimengerti. Renovasi tidak harus penuh drama dan keribetan jika Anda memutuskan bermitra dengan kami.

Seberapa bermanfaatkah postingan ini?

Klik bintang untuk menilainya!

Peringkat rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Belum ada suara sejauh ini! Jadilah yang pertama menilai posting ini.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a comment